Salatiga — Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karier menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tracer Study Tahun 2026 pada 29–30 Agustus 2026 di Hotel Wahid Prime Kota Salatiga. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tracer Study di lingkungan UIN Salatiga.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag. Turut hadir Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga, Prof. Budiyono Saputro, M.Pd., serta Kepala UPT Pengembangan Karier UIN Salatiga, Ahmad Kharis, M.A. Rapat koordinasi juga diikuti oleh unsur internal dari seluruh program studi di lingkungan UIN Salatiga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan, pengumpulan, dan validasi data Tracer Study.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menekankan pentingnya pengelolaan data alumni yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data Tracer Study tidak hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu sumber informasi penting dalam evaluasi mutu akademik, pengembangan kurikulum, peningkatan layanan kepada mahasiswa dan alumni, serta penguatan daya saing institusi.

Rapat koordinasi ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari luar kampus. Perwakilan dari PT Selalu Cinta Indonesia, PT Erajaya, KUA Argomulyo, SPPG Bringin, dan Pondok Pesantren Al Huda turut memberikan perspektif sebagai pengguna lulusan. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh alumni UIN Salatiga yang telah bekerja dan berkiprah pada berbagai posisi strategis. Keterlibatan pengguna lulusan dan alumni diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan dunia kerja, relevansi kompetensi lulusan, serta pengalaman alumni setelah memasuki dunia profesional.
Kepala UPT Pengembangan Karier UIN Salatiga menyampaikan bahwa pelaksanaan Tracer Study memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai unsur, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, alumni, hingga pengguna lulusan. Oleh karena itu, rapat koordinasi menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarpihak, membahas berbagai kendala dalam pengumpulan data, serta menyusun langkah perbaikan agar pelaksanaan Tracer Study dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta membahas berbagai aspek penting bersama narasumber Dr. Catur Nugroho, M.Ikom. dari Telkom University Purwokerto, antara lain penguatan instrumen Tracer Study, pemutakhiran dan validasi database alumni, strategi peningkatan partisipasi responden, mekanisme pengumpulan data, serta pemanfaatan hasil Tracer Study sebagai dasar pengambilan kebijakan. Peserta juga memperoleh masukan dari pihak eksternal terkait kompetensi, kesiapan kerja, dan karakteristik lulusan yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan masyarakat.

Pelaksanaan Rapat Koordinasi Tracer Study Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam membangun sistem Tracer Study yang lebih terintegrasi, akurat, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Kualitas data menjadi perhatian utama karena data Tracer Study harus mampu menyajikan kondisi alumni secara nyata, objektif, dan sesuai dengan realitas di lapangan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi atau pelaporan.
Melalui penguatan koordinasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, UIN Salatiga berkomitmen untuk menghasilkan data Tracer Study yang berkualitas, valid, dan dapat dipercaya. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam mengevaluasi relevansi pendidikan, meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat hubungan dengan dunia kerja, serta mendukung pengembangan kebijakan akademik dan kelembagaan secara berkelanjutan.