TRAINING OF TRAINER untuk peningkatan pelayanan alumni makin prima dan NYATA

Photo of author

Salatiga, 17 September 2026 — Pusat Pengembangan Karier (Career Development Center/CDC) UIN Salatiga berkesempatan mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan oleh PT ECC pada 16–17 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperkuat kompetensi dalam mengenali potensi individu, mengembangkan kemampuan pendampingan karier, serta memahami pendekatan yang dapat digunakan dalam membantu alumni menentukan arah pengembangan karier di masa depan.

Keikutsertaan CDC UIN Salatiga dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas pengelola layanan karier. Sebagai unit yang memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa dan alumni memasuki dunia kerja serta mengembangkan karier, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting agar layanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu membantu alumni mengenali potensi, minat, bakat, dan pilihan karier yang sesuai dengan dirinya.

Mengenal Business Development melalui Pengalaman Praktis

Hari pertama pelatihan, Rabu (16/9/2026), peserta diajak mengenal konsep business development dan bagaimana proses pengembangan bisnis dapat dikaitkan dengan kemampuan individu dalam membaca peluang, membangun relasi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Materi tidak hanya disampaikan melalui pemaparan konsep, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui permainan Kartu Mesin Misteri. Permainan tersebut menjadi media bagi peserta untuk mengeksplorasi cara berpikir, mengambil keputusan, membaca situasi, serta memahami berbagai kemungkinan yang muncul ketika seseorang dihadapkan pada suatu persoalan atau tantangan.

Metode pembelajaran berbasis permainan memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta. Konsep yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami karena peserta secara langsung mengalami proses pengambilan keputusan, berdiskusi, menemukan alternatif, dan merefleksikan hasilnya.

Bagi pengelola layanan karier, pengalaman tersebut menjadi relevan karena proses pendampingan mahasiswa dan alumni juga membutuhkan metode yang mampu menggali potensi individu secara lebih aktif. Setiap alumni memiliki latar belakang, pengalaman, karakter, kemampuan, dan tujuan karier yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendampingan tidak dapat dilakukan dengan satu pola yang sama untuk semua orang.

Menentukan Peran: Coaching atau Mentoring?

Pada hari kedua, Kamis (17/9/2026), pelatihan berlanjut pada pembahasan mengenai proses pendampingan melalui pendekatan coaching dan mentoring.

Peserta diajak memahami perbedaan antara coaching dan mentoring, termasuk kapan seorang pendamping perlu berperan sebagai coach dan kapan lebih tepat berperan sebagai mentor. Pemahaman tersebut penting karena kebutuhan setiap individu dalam pengembangan karier tidak selalu sama.

Coaching lebih banyak memberikan ruang kepada individu untuk menemukan jawaban, menggali potensi, mengidentifikasi hambatan, dan menentukan langkah yang ingin ditempuh. Sementara itu, mentoring memungkinkan pendamping memberikan pengalaman, wawasan, arahan, dan pembelajaran berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang dimilikinya.

Pemilihan pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu. Dalam konteks layanan CDC, kemampuan membedakan kapan harus menjadi coach dan kapan menjadi mentor dapat membantu proses pendampingan mahasiswa dan alumni menjadi lebih terarah.

Membantu Alumni Menemukan Potensi dan Arah Masa Depan

Pelatihan Training of Trainer ini memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan layanan karier di perguruan tinggi. Salah satu tantangan layanan karier bukan hanya mempertemukan alumni dengan dunia kerja, tetapi juga membantu alumni memahami dirinya sendiri sebelum menentukan pilihan karier.

Minat, bakat, kompetensi, pengalaman, nilai pribadi, serta tujuan hidup merupakan bagian yang perlu dipertimbangkan ketika seseorang menentukan arah karier. Oleh karena itu, pendamping karier perlu memiliki kemampuan untuk menggali potensi tersebut melalui proses komunikasi dan pendampingan yang tepat.

Melalui pelatihan ini, pengelola CDC memperoleh perspektif dan pengalaman baru yang dapat dikembangkan dalam layanan bimbingan karier bagi mahasiswa maupun alumni. Pendekatan coaching dan mentoring dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu alumni tidak sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga memahami potensi dirinya dan menyusun langkah pengembangan karier secara lebih sadar.

Bagi CDC UIN Salatiga, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses membangun layanan karier yang semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut perguruan tinggi untuk membekali lulusan tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan mengenali peluang, beradaptasi, membangun jejaring, dan mengambil keputusan karier.

Memperkuat Peran CDC sebagai Jembatan Karier

Keikutsertaan dalam Training of Trainer PT ECC diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan program CDC UIN Salatiga. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bahan untuk memperkaya kegiatan bimbingan dan konseling karier, pelatihan pengembangan diri, mock interview, pendampingan alumni, maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi dunia kerja.

CDC tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga sebagai ruang yang membantu mahasiswa dan alumni memahami pilihan, mengenali potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi perjalanan karier.

Melalui penguatan kapasitas pengelola, CDC UIN Salatiga terus berupaya membangun layanan karier yang lebih dekat dengan kebutuhan mahasiswa dan alumni. Pengalaman mengikuti Training of Trainer PT ECC menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran tersebut, sehingga layanan karier dapat memberikan pendampingan yang lebih bermakna dalam membantu alumni merancang masa depan profesionalnya.